Analisis Kelayakan Struktur Bangunan SDN 22 Talamau Pasca Gempa Pasaman Barat

Authors

  • Zuly Nelriska Wati Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh
  • Astuti Masdar Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh
  • Anda Rahmad Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh

DOI:

https://doi.org/10.25077/jbkd.3.3.87-95.2025

Keywords:

gempa bumi, kerusakan, kelayakan struktur, hammer test , SAMP2000

Abstract

The West Pasaman earthquake on February 25, 2022, with a magnitude of 6.2, caused damage to various buildings, including the educational facility of SDN 22 Talamau. As a public facility used by children, the school building requires immediate evaluation to ensure its safety and suitability. This study aims to analyze the structural suitability of SDN 22 Talamau after the earthquake using visual assessment methods, hammer tests, and structural modeling with SAP2000 version 14 software. The results showed that the building suffered damage to both structural and non-structural elements. The damage was relatively minor, such as hairline cracks in the walls, peeling plaster, and minor damage to columns and beams, making it repairable. With repairs to the column-beam connections and wall repairs using injection or wire mesh methods, the building was declared still suitable for use. Recommendations for repairs were provided to ensure the safety and functionality of the building in the future.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2022). Info gempa Pasaman Barat 25 Februari 2022. https://www.bmkg.go.id

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2021). Profil risiko bencana Indonesia. https://www.bnpb.go.id

Badan Standardisasi Nasional. (1997). SNI 03-4430-1997: Metode pengujian kuat tekan elemen struktur beton dengan alat uji palu beton tipe N dan NR. Jakarta: BSN.

Setiawan, D. (2018). Evaluasi struktur bangunan pasca gempa bumi menggunakan metode visual dan teknis. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 20(1), 45–53. https://doi.org/10.24895/jtsp.v20i1.1234

Rahman, M., & Riza, F. (2019). Performance evaluation of reinforced concrete buildings after earthquake using non-destructive test. International Journal of Civil Engineering and Technology (IJCIET), 10(2), 1630–1640.

Yulianto, A., & Firmansyah, I. (2020). Studi kelayakan struktur sekolah pasca gempa Lombok 2018. Jurnal Rekayasa Sipil, 16(3), 211–220. https://doi.org/10.21776/ub.jrs.2020.016.03.8

Putra, A., Suryanita, R., & Fauzan, H. (2020). Structural assessment of post-earthquake damaged buildings using numerical modeling and field tests. Procedia Engineering, 125, 1015–1022. https://doi.org/10.1016/j.proeng.2020.03.162

Sugeng, A., & Santosa, B. (2021). Retrofitting strategy for lightly damaged RC school buildings in Indonesia after earthquake. Journal of Structural Engineering, 147(9), 04021124. https://doi.org/10.1061/(ASCE)ST.1943-541X.0003099

Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 1726:2019: Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non-gedung. Jakarta: BSN.

Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 2847:2019: Tata cara perencanaan struktur beton untuk bangunan gedung. Jakarta: BSN.

Badan Standardisasi Nasional. (2020). SNI 1727:2020: Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lainnya. Jakarta: BSN.

Neville, A. M., & Brooks, J. J. (2010). Concrete technology (2nd ed.). Pearson Education Limited.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman. (2006). Pedoman teknis bangunan gedung tahan gempa untuk rumah dan bangunan sederhana. Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

Setiawan, D. (2018). Evaluasi struktur bangunan pasca gempa bumi menggunakan metode visual dan teknis. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 20(1), 45–53. https://doi.org/10.24895/jtsp.v20i1.1234

Widjojo, H. (2015). Geologi bencana di Indonesia. Bandung: Badan Geologi, Kementerian ESDM.

Published

07-09-2025

How to Cite

Wati, Z. N., Masdar, A. ., & Rahmad, A. . (2025). Analisis Kelayakan Struktur Bangunan SDN 22 Talamau Pasca Gempa Pasaman Barat. Jurnal Bangunan, Konstruksi & Desain, 3(3), 87–95. https://doi.org/10.25077/jbkd.3.3.87-95.2025